cara ganti processor laptop

Cara Ganti Processor Laptop dengan Mudah dan Aman

Umumnya penggantian processor pada laptop bertujuan untuk meningkatkan performa perangkat keras tersebut agar bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Namun begitu, cara ganti processor laptop tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan perlu kehati-hatian agar tidak terjadi malfungsi di laptop tersebut.

Penggantian processor perlu dilakukan secara hati-hati lantaran perangkat tersebut ibarat otak yang mengatur seluruh program di laptop agar berjalan normal. Karena itu, processor juga disebut sebagai perangkat paling vital yang harus ada di dalam laptop ataupun komputer.

Jenis-jenis Socket pada Laptop

Sebelum mempraktikkan cara ganti processor laptop, ada hal yang harus diperhatikan dan dicermati terlebih dahulu agar langkah selanjutnya tidak menimbulkan masalah. Hal penting tersebut adalah mengetahui jenis-jenis socket processor yang umumnya terpasang pada laptop. Jenis soket itu yakni :

1. Soket Tipe BGA

Laptop dengan soket tipe BGA atau ball grid array tidak bisa dilakukan pergantian processor, karena letak soket sudah terpasang secara permanen di motherboard. Jika Pun harus mengganti processor dengan mencopot soket secara paksa, itu justru akan menimbulkan kerusakan lanjutan pada laptop.

TRENDING :  Windows 11 Resmi Dirilis, Apa Yang Baru?

2. Soket Tipe PGA

Berbeda halnya jika soket yang terpasang di laptop adalah tipe pin grid array atau PGA, yang tidak menempel secara permanen di motherboard. Laptop yang menggunakan soket tipe ini umumnya bisa dilakukan penggantian processor dengan mudah tanpa perlu mencabut dengan paksa.

Langkah-langkah Ganti Processor

Dengan mengetahui 2 tipe soket ini, cara ganti processor laptop akan jauh jadi lebih mudah, karena sudah paham prosedur awal sebelum dilakukan penggantian. Tinggal selanjutnya adalah mengikuti petunjuk penggantian processor pada laptop di bawah ini.

1. Upgrade BIOS

Upgrade atau pembaruan BIOS ini perlu dilakukan terlebih dahulu agar processor yang baru bisa langsung dikenali atau terdeteksi oleh sistem. Tujuan lain dari upgrade BIOS adalah agar kinerja sistem di laptop yang akan diganti prosesornya menjadi lebih cepat dan optimal.

2. Bongkar Laptop

Karena processor berada di dalam, maka perlu membongkar laptop terlebih dahulu dengan cara melepaskan seluruh baut yang ada di setiap sisi laptop. Tanpa membongkar laptop, penggantian processor tidak bisa dilakukan, lantaran itu adalah perangkat keras yang menempel dengan motherboard.

3. Cek Soket Processor

Setelah membongkar laptop, cari letak soket processor yang menempel di motherboard lalu buka casing-nya dan lepaskan heatsink atau pendinginnya sambil dibersihkan dari debu. Kemudian, cek ukuran processor yang akan diganti dan cari processor baru yang sesuai dengan socket yang ada di laptop tersebut.

TRENDING :  Cara Menghapus Rekaman CCTV secara Mudah

4. Lepas Processor Lama

Setelah mendapatkan pengganti, lepaskan processor yang lama dengan sedikit mencongkel atau menarik ke atas salah satu bagian dari processor itu. Umumnya pelepasan processor ini cukup mudah dilakukan tanpa perlu dilepas secara paksa jika soketnya yang terpasang merupakan tipe PGA.

5. Pasang Processor Baru

Karena processor lama sudah terlepas dari soketnya, selanjutnya siapkan processor baru yang memiliki bentuk yang sama dengan processor lama untuk dipasang. Pastikan sudah mengoleskan thermal paste yang berbentuk seperti jelly sebagai pencegah overheat sekaligus penghantar panas yang keluar dari processor baru.

TRENDING :  Ketahui Kelebihan Kekurangan infinix Hot 9 Play Sebelum Membeli

6. Instal Sistem Operasi

Langkah selanjutnya, berupa instal sistem operasi, sebenarnya bersifat opsional atau pilihan, terutama jika OS yang dipakai di laptop tersebut menggunakan versi lama. Walau begitu, penginstalan sistem operasi ini punya tujuan agar perangkat keras yang baru terpasang bisa terdeteksi dan berfungsi normal.

Demikianlah cara ganti processor laptop yang aman dan mudah dilakukan tanpa harus ke tempat service dan keluar biaya yang lumayan. Asalkan penggantian dilakukan dengan prosedur yang benar, laptop yang telah diganti prosesornya dengan spesifikasi yang sama atau lebih tinggi sudah bisa dipakai kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.